Air Memotret Sampai Jauh
Satu hal yang kerap saya sesali tiap kali bangun tidur adalah kenapa saya dulu ragu-ragu minta foto bareng pelawak Komeng, padahal kami sudah berpapasan di dekat lift di Jakarta. Bahkan kami kemudian...
View ArticleMohon Maaf Leher & Beton
Seperti kebanyakan anak kecil lainnya, sebelum masuk TK saya sudah punya cita-cita yang oh wow sungguh mulia gitu deh: pengen jadi astronot. Klise banget. Ini pasti karena saya terlalu sering...
View ArticleKeradjaan Ibu
Buku Irama Saiful Bahri dijual seharga Rp 5.– ketika pertama kali diterbitkan, dan jilid kesatu itu diiklankan di sebuah majalah. Yang saya pegang ini jilid 4. Isinya not angka, iringan gitar, dan...
View ArticlePunk Pink Ponk!
Majalah Gadis di edisi 24 April 1978 memuat ulasan album Never Mind the Bollocks. Artinya, kurang dari setengah tahun sejak album The Sex Pistols itu dirilis akhir 1977, sudah ada ulasannya di media...
View ArticleKeradjaan Ibu
Buku Irama Saiful Bahri dijual seharga Rp 5.– saat pertama kali diterbitkan (jilid 1) dan diiklankan di sebuah majalah. Yang saya pegang ini jilid 4, isinya not angka, iringan gitar, dan syair dari...
View ArticlePunk Pink Ponk!
Majalah Gadis di edisi 24 April 1978 memuat ulasan album The Sex Pistols, Never Mind the Bollocks. Artinya, kurang dari setengah tahun sejak album itu dirilis akhir 1977, sudah ada ulasannya di media...
View ArticleYang Aktual dan yang Aktuil
Esai pengantar oleh Budi Warsito, untuk buku Galeri Seni Rupa Pop: Arsip Galeri Pop Art/Galeri Aktuil/Puisi-Puisi Awam Majalah Aktuil (1975–1977) oleh Sanento Yuliman & Jim Supangkat, Jakarta:...
View ArticleMohon Maaf Leher & Beton
Seperti kebanyakan anak kecil lainnya, sebelum masuk TK saya sudah punya cita-cita yang oh wow sungguh mulia gitu deh: pengen jadi astronot. Klise banget. Ini pasti karena saya terlalu sering...
View ArticleYang Aktual dan yang Aktuil
Esai pengantar oleh Budi Warsito, untuk buku Galeri Seni Rupa Pop: Arsip Galeri Pop Art/Galeri Aktuil/Puisi-Puisi Awam Majalah Aktuil (1975–1977) oleh Sanento Yuliman & Jim Supangkat, Jakarta:...
View ArticleHeart-Shaped Books
Beberapa waktu lalu saya diminta datang ke sebuah sekolah di Bandung untuk menyemangati murid-murid kelas 8 membereskan tugas besar mereka, yaitu menyusun buku catatan perjalanan. Pihak sekolah...
View ArticleAir Memotret Sampai Jauh
Satu hal yang sering saya sesali tiap kali bangun tidur adalah kenapa dulu saya tidak berani minta foto bareng pelawak Komeng, padahal kami sudah berpapasan di dekat lift, sekitar 2006-2007 di Jakarta....
View ArticleSerupa Sampul Tak Sama
Menarik juga bagaimana buku kumpulan cerpen yang cerita pembukanya tentang seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri (“A Perfect Day for Bananafish”) sampulnya malah ditiru plek-plekan...
View ArticleSelamat Jalan, Lupus
Buku Lupus pertama saya Topi-Topi Centil. Kakak saya membelinya di Jogja circa 1990, saya baca-baca di rumah kami di Jateng bersama beberapa judul lain yang sepertinya tertukar-tukar timelinenya di...
View ArticleThe Cabs, etc.
Lagu kedua di side B piringan hitam Eloi! Lama Sabactani! (1980) di akhir durasinya memuat potongan suara-suara mirip kerumunan, sayup-sayup terdengar seperti ada koor jalanan, atau malah orang...
View ArticleSekali Lagi Mas Dolby
Membaca buku memoir Thomas Dolby ini membuat saya makin yakin bahwa sudah semestinya para pelaku skena memang menulis buku, setidaknya untuk meneruskan ingatan-ingatan mereka atas apa yang mereka alami...
View ArticleMiss Moedjenah (updated)
Kira-kira seminggu yang lalu 85 tahun silam, pesawat Qantas dari Singapore yang ditumpangi Chaplin mendarat di bandara Tjililitan, Batavia. Saya menemukan foto Paulette Goddard di koran berbahasa...
View ArticleRoti Sumbu
Beberapa hari lalu ada kiriman dari rumah sebelah, sepiring singkong rebus. “Roti sumbu,” kata si pengirim. Wah, sudah lama juga nggak dengar istilah itu. Duluuu saya pertama kali tahu istilah “roti...
View ArticleRIP Margot & Margono
Saya ingat Margot Kidder dari film Superman IV (1987) yang saya tonton di bioskop dekat rumah waktu SD, dimana si Manusia Baja harus kepayahan melawan si Manusia Nuklir; sementara Margono alias Gogon...
View ArticleKeradjaan Ibu
Buku Irama Saiful Bahri dijual seharga Rp 5.– saat pertama kali diterbitkan (jilid 1) dan diiklankan di sebuah majalah. Yang saya pegang ini jilid 4, isinya not angka, iringan gitar, dan syair...
View ArticleMohon Maaf Leher & Beton
Seperti kebanyakan anak kecil lainnya, sebelum masuk TK saya sudah punya cita-cita yang oh wow sungguh mulia: pengen jadi astronot. Ini pasti karena saya terlalu sering mengulang-ulang menyimak profil...
View Article